« November 2007 | Main | January 2008 »

:: Bahagianya ::

Ponsel itu berdering, ada ikon mahkota raja berkelap-kelip dilayar 6585ku. Ah, dia! Kutekan tombol telpon berwarna hijau dan kudengar suaranya di seberang sana. Tadinya aku biasa saja, apalagi hari ini jadi hari BeTe nasional buatku secara pribadi (PMS gituw...ugggghhhh bawaannya kesel aja nih!)

Aneh, tumben2nya denger suara 'seger' di seberang sana, aku jadi ikutan 'seger'. Biasanya kalo udah PMS, aku nggak bisa kompromi dengan situasi apapun. He said to me, "Which one first? Bad news or good news?" Surely i said that i wanna hear the bad first. "My ticket does not arrive today in Jakarta. So that, i haven't accept the reimbursement from the company."

Ah biasa aja, lha wong emang jasa pengiriman mana aja potensi telat nyampenya sama kok! Jadi ya wajarlah menurutku...Then...He said the good news. There're two point that i got. First, he passed the test in Jakarta, but he still have to wait the next announcement. Buatku, yang penting dia udah buktiin kalo tes yang dia jalani itu gak sia2. Dia bisa nembus grade yang berlaku di perusahaan itu.

Second, he got the 'payment' for his truly hard work in a project with my lecture. Ow man, he asked me to guess, twice and i was wrong. "You know? I get 4 X from the digits you've guess," he said enthusiastically.

Walah, opo yo bener tho bahasa Inggrisku. Kok kayaknya kacau balau. Cuma pengen sok2an aja, kali2 masih ada sedikit 'ilmu' LIA yang nyisa di otakku, hehehehe...Intinya, malam ini suara'nya' terdengar sangat gembira. Semoga Allah membukakan pintu rezeki yang lain untuknya. Amin. Wish you all the best VLadD... =)

I'm happy for you! Especially when you said that with me, everything getting better now... =")

                            

:: Maaf, Keduluan ::

Ada cerita dari SMA yang tiba-tiba kuingat, entahlah...mungkin karena ada bagian yang sedang kurasakan lagi saat ini. Agak konyol sih kalo diinget2, abis...nggak pernah ngebayangin sih. Jadi, ceritanya...

Sekitar seminggu setelah aku jadi sweetest girl-nya VLadD, ada kakak kelas yang ngajakin aku ketemuan sepulang sekolah. Malam sebelumnya dia telpon ke rumah, cuma bilang: Besok pulang sekolah, aku tunggu di gerbang ya, ada yang mau aku bilang ke kamu. Dia nggak ngasih aku kesempatan buat ngomong apa2. Jadilah aku bingung sendiri, whaddup ya?

Aku cerita ke VLadD, bilang sejujurnya kalo mas "G" minta ketemuan di gerbang sekolah pas pulang ntar. Denger2 gosip (aseli cuma denger2 doang kok!), katanya mas "G" mau nembak aku. Nah lho! Makin bingung lah aku ama VLadD, gimana ya? Mau diapain kalo ketemu, lha wong kita bukan cuma satu sekolah tapi juga satu organisasi yang sering punya kegiatan bareng.Toeng...toeng...toeng...

Aku sih bilang ke VLadD, "Ya udahlah, aku nggak usah nemuin aja. Pulang sekolah langsung ngacir." Eh, VLadD malah bilang, "Ajakan orang itu harus dihargai, kamu dateng aja!" Nah lho, bingungku jadi berlipat2. Baru kali itu aku agak parno denger bel pulang sekolah. Tapi VLadDnya biasa aja tuw (GLODAK!), nggak tau lagi kalo sebenernya nggak gitu.

Ke luar dari kelas 2-1, VLadD genggam tanganku, dia gandeng tangan aku sampai depan gerbang sekolah. Aku ngeliat mas "G" memandangku bareng VLadD. Ia bergeming, tatapannya seperti mengisyaratkan tanya. Aku jadi bingung, VLadD minta aku ngampirin. Tapi aku nggak mau. Akhirnya, dia jalan ke arah mas "G". Aku pura-pura aja nggak ngeliat (uhhh, tapi penasaran banget. ngelirik2 deh!)

Aku liat VLadD ngobrol sebentar ama mas "G". Beneran deh nggak lama kok! Terus dia balik ke tempat aku berdiri. Mas "G" berlalu dan hilang dari pandangan. Penasaran, aku tanya ke VLadD: "Kamu ngomong apa ke mas "G"?"

"Aku cuma bilang maaf ke dia. Maaf karena aku udah ngeduluin dia nembak kamu," kata VLadD santai. Kayaknya sih dia bilangnya pake bahasa Jawa, "Sepurane mas, wis tak dhisiki." Gituw! Hmmm...jujur aja aku terharu dengernya, meskipun aku nggak tau apa bener itu yang VLadD omongin ke mas "G". Hehehe...

Eh, setelah kubaca lagi...kayaknya ceritaku kok jayus banget ya? GPP deh, aku emang lagi merasa ada yang sedikit aneh dan nggak seperti biasa akhir-akhir ini. Ada situasi yang agak mengganjal. Rasanya memang ini akibat ketidakpekaanku selama ini. Tapi toh hati tak bisa dipaksa, aku hanya menjalani apa yang menurutku terbaik untuk saat ini dan berharap banyak hal bisa kupelajari. Lagi-lagi aku harus belajar...

:: Lembar Baru ::

"Waaahhh...makanya kok agak beda akhir2 ini, TERNYATA..."  Hihihihii...lucu juga denger komen ini dari beberapa temen deketku. Lepas dari itu cuma asal aja atau emang bener adanya, aku seneng =) Ada jiwa yang kembali utuh setelah menghilang beberapa saat.

Masa yang kunanti datang, aku percaya Allah sudah mengatur semuanya. Jujur, surprise juga buat aku mendapatkan 'hadiah' ini. Memang lebih cepat dari yang kuharapkan, tapi justru ini yang buat bahagia. Tadinya aku tak terlalu bergerak cepat untuk menata, tapi momen ini membuatku mau tidak mau harus cepat. Aku tak mau kehilangan lagi, kehilangan dia yang tak cuma memilukan hati (cieee...).

Aku berharap, kali ini benar-benar untuk selamanya. Aku ingin mencoba, menjaganya supaya datang hari yang lebih indah. Hari yang nyata, bukan hanya mimpi belaka. Aku tahu aku harus berusaha, dia juga. Cuma untuk kami dan mimpi kami yang nyaris tertunda...

:: What's Wrong? ::

Yup! Apa yang salah dengan satu kata bernama pesona? (bukan majalah lho!).  Aku tau, nggak semua orang bisa memancarkan ini dari dalamdirinya (orang paling cantik sekalipun). Only a lucky one who has it or who can show it. Unfortunately, sometimes i think that i have it. I can show it although i'm not realize it. Yeah, aku tidak akan pernah menyadarinya kalau saja seorang teman baik tak memberitahuku.

Tepatnya dua tahun lalu, ketika aku harus menghadapi masalah yang menurutku cukup berat sepanjang hidupku. Waktu itu masalah datang bertubi2 padaku, membuat aku uncontrolled. Hanya teman-teman terdekat yang benar2 mengerti akulah yang selalu di sampingku dan memberikan dukungannya. Kepercayaan mereka, itulah modalku menjadi kuat.

Ya...tahun 2005, di tengah semua masalah yang terjadi padaku, seorang teman baik bilang,"That's not your fault if you have it, you've to thank to God because you have it. Yeah, it's in you." Deg! Nggak pernah kepikir olehku sebelumnya, bahwa ada istilah itu dan dia menyadarkanku. Sayang, dengan begonya aku hanya bisa bertanya2..."Masa' iya sih begitu?"

Kupikir, hanya mereka yang cantiklah yang punya pesona dalam dirinya hingga mampu menarik orang lain. Lha aku, siapa sih? Cantik enggak, kok sok-sokan.

FYI guyz, sebenernya tiap orang punya potensi untuk tampak menarik kok! ASAL tahu gimana cara membuat dirinya bersinar. Misalnya, biar cantiknya nggak banget2, tapi kalo cerdas dan nyambung diajak ngomong, dia pasti bakal tampak menarik. That's a side of charming. Then, charming could be a style. Gaya bicara, gaya berpakaian, gaya bersikap, i mean it. What else? Hmmm...so on and so on deh!

Lha tapi kenapa charming itu malah bikin masalah? Damn, aku tak peka, aku tak pernah menyadari apa yang sesungguhnya kumiliki. Setelah hilang atau membuatku sedih, barulah aku menyadarinya, ouchhh...STUPID! Entahlah, biasanya memang orang terdekatku lah yang mengingatkan aku untuk waspada (gila ya, 'alarm'ku sendiri nggak nyala sampe aku harus di'bangun'in orang lain).

Dulu VLadDku yang suka ngingetin (dia lebih peka daripada aku), adekku bisa, mama dan papa juga, trus beberapa temenku (dulu dan sekarang) juga ada yang udah bisa baca sinyal gawat yang tertuju padaku, ih...ngeri!

Hmmm...let me think a minute...Ok, mungkin karena pada dasarnya aku terlalu menganggap hidup ini begitu polos. Ketika aku bersikap "M" pada semua orang, aku beranggapan semua orang akan menganggap itu "M". Seolah aku lupa bahwa kalau satu kaki dihilangkan, anggapannya bisa jadi "N" atau kalau diputar ke kiri anggapannya akan jadi "E", kalau dibalik jadi "W", dan seterusnya.

Then, ketika anggapan itu bervariasi, akulah yang dijamin bakal kelabakan sendiri! Seperti sekarang ini, ada beberapa orang terdekat yang mulai membacakan sinyal padaku. Haruskah kuanggap angin lalu, atau malah ini badai yang menggoncang benteng pertahananku? 

Kalau seorang teman baik bilang itu bukan salahku, lalu what's wrong? Rasanya memang semua bergantung pada cara pandang masing-masing orang kan? Tapi udahlah, toh ini tulisan bukan untuk cari siapa yang salah...aku hanya ingin berbagi, itu saja.

So...meskipun naturally kita punya pesona yang kadang nggak kita sadari, baiknya imbangi dengan kepekaan. Soalnya...kalo kurang peka, bisa jadi bumerang buat kita, huhuhu...gak enak kan.

Niat baik yang didukung dengan sikap baik, karma yang didapat seharusnya juga baik. Sayangnya, apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut orang lain juga...I wish i can be more wise and mature to be a good woman in my next episode of life. (hehehe...bener gak sih niy grammar-nya?) =P

- in my room Dec 3rd 2007

:: She Has It! ::

Aku nggak suka liputan artis, itu emang udah dari dulu. Hanya dalam keadaan2 tertentu aku mau mewawancarai mereka. Hmmm...actually bukan keadaan tertentu, soalnya cuma ada satu keadaan, yaitu TERPAKSA! Sabtu kemaren aku diminta nemenin jeung Ayun buat dateng ke acaranya Pantene sekaligus dinner bareng the ambassador, Siti Nurhaliza. Kali ini bukan cuma karena nggak ada orang lain sehingga aku terpaksa mau, TAPI adekku itu demen banget ama diva satu ini. Nah, dia lagi ada kulap jadilah aku dimintain tolong minta tandatagan (GLODAK ya?).
Sebelum dinner bareng, aku udah ketemu ni diva Malaysia di GoCi Mall pas liputan acara Pantenenya. Bukannya gaya thok, tapi aku biasa aja tuw ngeliatnya, samalah kayak aku ketemu artis2 lain. Nggak ada keantusiasan yang kurasakan, truly madly deeply BIASA aja!
Abis dari GoCi, kita lanjut buat dinner bareng di ShangriLa. Si diva juga datengnya lama banget, nggak tau tuw ngapain dulu. Masih dalam kadar yang biasa2 aja sampai akhirnya ada session dia menyalami semua pers, then i feel it. That...she has it! Yup! I'm sure that she has the power of inspiring star woman. I can't describe it well coz i'm just feel it. And, i'm sure of my feeling ^^
Jarang aku salaman ama artis terus bisa ngerasain kalo dia emang punya 'sesuatu'. Baru kali ini, so...nggak salah adekku ngefans banget ama nih diva, nggak salah Pantene pilih dia sebagai ambassador, nggak salah banyak orang seantero bumi menyukai pemilik wajah seperti Barbie ini. Go Mam, you can do it! inspired every people in the world...